Alhamdulillahi rabbil
‘aalamiin.
Kita panjatkan puji syukur ke
hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kita semua. Hanya kepada-Nya kita berserah diri, memohon petunjuk, dan meminta
pertolongan. Shalawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, sang pembawa risalah kebenaran
dan rahmat bagi alam semesta, beserta keluarga, sahabat, dan umat beliau yang
senantiasa mengikuti jalan petunjuk hingga akhir zaman.
Ma’asyiral Muslimin,
Rahimakumullah,
Hari ini kita membahas topik yang
sangat penting: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, atau dalam bahasa
dunia modern dikenal sebagai good governance. Mengapa hal ini penting
untuk dibahas dalam khutbah Jumat? Karena pemerintahan yang baik adalah kunci
untuk menghadirkan kemakmuran, keadilan, dan keberkahan di tengah masyarakat.
Dalam Islam, kekuasaan bukanlah hak milik pribadi, melainkan amanah besar yang
harus dijalankan sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Dalam QS. An-Nisa: 58, Allah SWT
berfirman:
ِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ
أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا
"Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila
kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan
adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Ayat ini adalah fondasi utama
dalam membangun tata kelola yang baik. Allah menekankan amanah dan keadilan
sebagai landasan utama pemerintahan dan kepemimpinan.
Ma’asyiral Muslimin,
Dalam sejarah Islam, para nabi
dan khalifah telah mencontohkan bagaimana sebuah kepemimpinan harus dijalankan.
Nabi Idris AS, seperti yang telah kita bahas sebelumnya, adalah pionir dalam
sistem sosial, pendidikan, dan keilmuan. Beliau bukan hanya seorang nabi yang
menerima wahyu, tetapi juga seorang pemimpin yang membangun kota, mengembangkan
sistem sosial, dan memajukan masyarakatnya dengan prinsip tauhid dan kerja
keras.
Kepemimpinan Rasulullah ﷺ juga menjadi teladan yang
sempurna. Ketika memimpin Madinah, beliau menekankan nilai musyawarah, keadilan,
dan kesejahteraan masyarakat. Beliau tidak memimpin dengan tangan besi,
tetapi dengan hati yang penuh kasih, keilmuan, dan amanah. Bahkan dalam urusan
ekonomi dan pengelolaan pajak, Rasulullah memperhatikan kondisi sosial
masyarakat dan tidak membebani umatnya secara berlebihan.
Dalam hadis yang diriwayatkan
oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:
"Setiap kalian adalah
pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang
dipimpinnya."
Kalimat ini tidak hanya berlaku
untuk presiden, gubernur, atau wali kota. Ia berlaku untuk kita semua. Karena
dalam Islam, kepemimpinan dimulai dari yang kecil: memimpin keluarga,
komunitas, dan diri sendiri.
Ma’asyiral Muslimin,
Ketika pemerintahan dijalankan
dengan prinsip Islam, maka masyarakat akan merasakan manfaat langsung. Ketika
pemimpin menegakkan keadilan, rakyat hidup tenteram. Ketika pemimpin
transparan, rakyat percaya dan mendukung. Ketika pemimpin menghormati ilmu, pendidikan
tumbuh dan kemajuan dicapai.
Ingatlah, dalam Islam tidak ada
ruang untuk kekuasaan yang korup, otoriter, dan zalim. Dalam QS. Sad: 26, Allah
SWT berfirman:
"Wahai Daud, sesungguhnya
Kami menjadikanmu khalifah di bumi, maka berilah keputusan di antara manusia
dengan adil, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu yang akan menyesatkan kamu
dari jalan Allah..."
Tata kelola pemerintahan yang
baik bukan sekadar konsep modern, tetapi adalah bagian dari ajaran suci kita.
Pemerintahan yang jujur, transparan, adil, dan melayani adalah jalan menuju
keberkahan dan ridha Allah.
🕊️ Khutbah Kedua:
Indikator Tata Kelola yang Baik dalam Islam dan Ilmu Modern
Alhamdulillah, segala puji
bagi Allah SWT yang telah memberi kita nikmat iman, Islam, dan kesadaran untuk
memperbaiki kehidupan bersama. Semoga khutbah pertama tadi menyentuh hati kita
dan mendorong kita untuk lebih peduli terhadap kualitas kepemimpinan dan
pemerintahan di lingkungan kita masing-masing.
Ma’asyiral Muslimin yang
dimuliakan Allah,
Tata kelola pemerintahan yang
baik, dalam literatur modern seperti laporan World Governance Indicators
dan studi dari lembaga-lembaga seperti KPK RI, memiliki sejumlah indikator
utama yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Mari kita perhatikan satu per
satu:
🌐 1. Transparansi dan
Akuntabilitas
Islam menuntut para pemimpin
untuk jujur dan bertanggung jawab. Rasulullah ﷺ
bersabda:
"Setiap pemimpin akan
dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
(HR. Bukhari & Muslim)
🔹 Negara dengan skor
transparansi tinggi, menurut data Transparency International, cenderung
memiliki tingkat korupsi lebih rendah dan tingkat kepuasan masyarakat lebih
tinggi.
🔹 Pemerintahan yang
terbuka dalam pengelolaan dana publik menciptakan kepercayaan dan kestabilan
sosial.
🗳️ 2. Partisipasi dan
Musyawarah
QS Asy-Syura: 38 menyatakan:
"Dan (bagi) orang-orang yang menerima seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.."
🔹 Dalam sistem demokrasi
yang sehat, partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan menunjukkan
kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama.
🔹 Musyawarah bukan hanya
tradisi, melainkan metode syariah untuk menyelesaikan masalah secara
kolektif dan adil.
⚖️ 3. Penegakan Hukum yang Adil
QS Al-Ma’idah: 8 mengingatkan:
🔹 Laporan Rule of Law
Index menunjukkan bahwa negara dengan sistem hukum yang adil memiliki ekonomi
yang lebih stabil dan masyarakat yang lebih sejahtera.
🔹 Islam memerintahkan
keadilan sebagai kunci utama dalam menjaga harmoni sosial dan mencegah
tirani.
💼 4. Efisiensi dan
Pelayanan Publik
🔹 Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pemimpin yang
sangat memperhatikan kesejahteraan umat, cepat tanggap terhadap kebutuhan
masyarakat.
🔹 Daerah yang menerapkan
prinsip good governance, seperti Surakarta dan Yogyakarta, menurut KPK
RI, mengalami peningkatan pelayanan publik dan penurunan kasus korupsi.
🌱 5. Integritas dan Etika
Kepemimpinan
🔹 Islam mengajarkan bahwa
pemimpin harus berakhlak mulia, menjunjung tinggi amanah, dan menjauh
dari kerakusan.
🔹 QS Al-Baqarah: 124
menekankan bahwa kepemimpinan diberikan kepada mereka yang tidak berlaku
zalim.
🤲 Doa dan Seruan Penutup
Jamaah Jumat yang dirahmati
Allah,
Mari kita renungkan: Sudahkah
kita memilih pemimpin yang amanah? Sudahkah kita mengawasi pemerintahan dengan
bijak dan penuh tanggung jawab? Islam tidak membiarkan kita apatis. Kita
dituntut untuk aktif membangun masyarakat yang adil dan bermartabat.
"Sesungguhnya Allah tidak
akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka
sendiri."
(QS Ar-Ra’d: 11)
Semoga khutbah ini menjadi
pengingat bahwa memperjuangkan pemerintahan yang baik adalah bagian dari ibadah
dan amanah besar kita sebagai umat Islam.
اللهم
أصلح ولاة أمورنا، ووفقهم لما فيه خير البلاد والعباد.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.