Kali ini saya sangat merindukan keluarga saya yang ada di Sukadana, sedikit saya akan bercerita tentang keluarga saya disana
Kota Sukadana adalah kota yang tidak akan pernah bisa saya lupakan dalam hidup ini,banyak sejarah yang terukir disana,dari kehidupan,keluarga,sahabat,konflik,cinta juga bisa di katakan begitu.
Bukan tanpa pahit saya ada di sana tetapi cukup
manis dalam sebuah kadar yang tepat.
Di setiap pagi saya selalu di sugukan oleh
suasana nyaman dalam balutan kasih sayang keluarga yang berlandaskan agama.Saya
tinggal di keluarga Surya Al Hadi,seorang yang tegas dan memiliki peranan yang
sangat kuat dalam suatu keluarga, seorang ayah yang tenang dan berpemikiran
jauh kedepan. dari sosoknya saya termotivasi untuk berkembang dan yakin bahwa
apapun bisa asalakan kita mau.Bertanggung jawab dan saling menghargai saya
dapat dari keluarga baru saya ini,mereka memberikan suatu ruang lingkup yang
nyata dan batasan sebagi orangtua tanpa mengurangi rasa sayang walau pun saya
bukan keluarga kandung dari mereka.
Saya menjadi anggota keluarga ke 9 di rumah yang
luas itu,rumah yang memiliki 5 kamar,ruang tamu dan ruang keluarga yang luas,
saat kita menengok ke atas terlihat susunan kayu yang sangat rapih menujukan
seni simetris dalam balutan kesederhanaan.
Pada saat saya pertama kali datang di rumah itu
pandangan saya tertuju kepada seorang gadis berumur 15 tahun,Vita namanya dia
anak ke 3 dari 4 anak yang di miliki oleh om Surya,seorang yang terlihat kurus
tinggi dan menggunakan logat lampung yang sangat kental.Dia adalah gadis yang
rajin dan cerdas dalam kapasitas umurnya,memiliki keperibadian simple dan berbalutkan
agama yang sangat kuat.
Rofi
Putra Al Hadi adalah nama panjang dari anak bungsu om Surya,berperawakan kurus
kecil dan masih manja dengan ayahnya. “dont
judge a book by the cover” mungkin ini adalah kalimat yang tepat untuk mendefinisikan anak ini,anggota
keluarga yang sangat dekat dengan saya,sering mengajak saya jalan-jalan dan
makan di luar bahkan dia yang mengajarkan saya untuk stir mobil,tetapi anak ini
belum bisa naik motor. anak yang periang dan sangat sok tahu ini masih kelas 7
di SMP Negeri 1 Sukadana.
Saya
sempat kaget dan merasa sedikit enggan saat mendengar di keluarga ini memiliki
anak perempuan yang sudah kelas 12,jelas saja karena saya tidak pernah tinggal
satu rumah dengan wanita yang sudah beranjak dewasa. Namanya Rya Novega Al Hadi
memiliki watak yang keras dan memiliki pemikiran sesuai dengan tahapan
perkembangannya,tidak ada yang salah dengan wanita ini tetapi dia adalah tempat
dimana saya menceritakan dan berbagi pengalaman masalah wanita dan hubungan,dia
adalah sudut pandang yang berbeda,sudut pandang yang saya butuhkan sebagai
wanita yang keras.
Anak
pertama dari keluarga ini adalah Zubaid Al Hadi,semester 1 di Sekolah Tinggi
Ilmu Agama Islam Kota Metro. Teman kamar yang menyenangkan tetapi terkadang
sepertinya butuh arahan untuk kontrol. keras dan tanggung jawab yang bisa saya
lihat dari saudara saya ini,hal yang paling tidak bisa saya lupakan adalah saat
bermain PES dan Sharing masalah Budaya lampung ,dia yang memberi wawasan luas dalam kapasitas saya sebagai pendengar
yang sangat ingin belajar kebudayaan tersebut.
Dalam
rumah yang tenang ini di balut dengan kasih sayang seorang kakek dan nenek yang
biasa kami sebut Sidi dan Siti.kebiasaan yang baik tertular pada diri
saya,mereka mangajarkan bagaimana memandang suatu objek dalam cara pandang
islam modern dan cinta dalam perbuatan serta pemikiran.
Setiap
pukul 04.00 Sidi dan Siti sudah bangun mereka tahajud bersama,hidup harmonis
dan menghargai tanpa menuntut emansipasi, jelas terlihat dalam senyuman seorang
siti yang selalu menyapaku di pagi hari, setelah sholat tahajud dan berdzikir
bersama,bersamaan itu pula terdengar adzan subuh yang menggema menambah nikmat
suatu pagi yang sejuk dengan penuh kedamaian. Sidi langsung bergegas
mengeluarkan motor tuanya itu dan berangkat ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah.
Sekitar
pukul 05.30 Siti sudah menyiapkan hidangan pagi untuk Sidi yang baru pulang
dari mesjid,tak lupa menghidupkan televisi dan mengarahkan chanelnya ke sebuah
stasiun televisi tertua yang ada di indonesia.
sungguh saya merindukan kalian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar